Laboratorium Sosiologi https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id Faklultas Ilmu Sosial dan Politik - Universitas Sebelas Meret Sat, 09 Mar 2019 09:07:42 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.22 https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/cropped-yllw-150x150.png Laboratorium Sosiologi https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id 32 32 PROSIDING KONFERENSI SOSIOLOGI PERKOTAAN UNS 2018 https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2019/03/09/prosiding-konferensi-sosiologi-perkotaan-uns-2018/ https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2019/03/09/prosiding-konferensi-sosiologi-perkotaan-uns-2018/#respond Sat, 09 Mar 2019 07:29:03 +0000 http://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/?p=108 Salam Soskot!

Pada hari Rabu, 12 Desember 2018 telah terlaksana Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan UNS 2018 yang bertema “Urban Crisis and Style of Demography”.

Para akademisi dan mahasiswa yang memiliki konsen utama dalam kajian perkotaan berkumpul dalam acara tersebut. Sebanyak 47 paper mewarnai diskusi dalam konferensi tersebut yang mewakili 21 perguruan tinggi dan 4 institusi di seluruh Indonesia.

Konferensi tersebut telah mempublikasikan prosiding ber-ISSN baik yang berupa cetak maupun online.

Berikut dilampirkan prosiding Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan UNS 2018.

Sampai Jumpa pada tahun berikutnya! ūüôā

E-PROSIDING SOSKOT 2018-1

]]>
https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2019/03/09/prosiding-konferensi-sosiologi-perkotaan-uns-2018/feed/ 0
Bincang Publik bersama Sekretaris Daerah Kota Solo https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/10/13/bincang-publik-bersama-sekretaris-daerah-kota-solo/ https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/10/13/bincang-publik-bersama-sekretaris-daerah-kota-solo/#respond Sat, 13 Oct 2018 12:02:11 +0000 http://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/?p=102

Dalam rangka menyambut pemilihan Sekretaris Daerah Kota Solo yang sebentar lagi akan berlangsung, Laboratorium Sosiologi FISIP UNS menyelenggarakan kegiatan Bincang Publik mengenai Peran Strategis Sekretaris Daerah untuk Membangun Kota di Masa Depan. Kegiatan ini berlangsung pada Hari Minggu, 6 Oktober 2018 di Rumah Banjarsari dengan Bapak Imam Subkhan sebagai moderator dan tiga pembicara lainnya:
Bapak Sutanto Sastroredjo (Pengamat Tata Kelola Kota)
Bapak Andre Rahmanto (Ketua BPC Perhumas Solo)
Heri Priyatmoko (Penulis Sejarah Kota)
Acara dimulai pukul 13:30 dan dihadiri oleh berbagai kalangan dari masyarakat setempat, mahasiswa, dan media. Acara diawali oleh moderator dengan bertanya kepada pembicara sebenarnya apa itu Sekretaris Daerah. Dan pertanyaan tersebut dijawab oleh Bapak Andre Rahmanto selaku Ketua BPC Perhumas bahwa Sekretaris Daerah atau yang biasa disingkat Sekda adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan karier tertinggi yang mana perannya strategis dalam menjalankan visi-misi dari walikota. Seperti yang dipaparkan oleh Bapak Sutanto Sastraredja sebagai Pengamat Tatakelola Kota, Sekda adalah sekretaris yang bertugas untuk mengurus kota bukan sekretaris dari seorang walikota. Dimana tugas Sekda adalah mampu membuat analisa, dan berkreasi untuk kotanya. Dalam Pemilihannya, Sekda sendiri ditentukan langsung oleh walikota. Walaupun demikian, calon Sekda juga harus dilihat rekam jejaknya barulah langkah selanjutnya walikota akan memilihnya. Seperti yang dikatakan oleh Bapak Andre Rahmanto, ‚ÄúWalaupun ditentukan oleh walikota, Sekda yang diharapkan untuk dipilih bukan hanya yang sekedar memiliki chemistry dengan Pak Walikota, tetapi juga harus bisa berkompetensi dan paham dengan visi-misi kota Surakarta. Tentu dalam hal ini Sekda tidak boleh menjadi partisan dan harus tetap menjaga netralitas birokrasi.‚ÄĚ
Karena peran Sekda yang sangat vital untuk kemajuan kota, maka harapan dari Bincang Publik kali ini yaitu walikota harus memberikan transparansi kepada masyarakat siapa saja calon-calon Sekda yang akan dipilih nantinya. Profil masing-masing calon Sekda juga harusnya ditampilkan kepada media dan masyarakat agar masyarakat bisa memahami calon Sekda yang akan dipilih kedepannya.

]]>
https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/10/13/bincang-publik-bersama-sekretaris-daerah-kota-solo/feed/ 0
Sejahtera Sawitku https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/04/14/sejahtera-sawitku/ https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/04/14/sejahtera-sawitku/#respond Sat, 14 Apr 2018 14:38:21 +0000 http://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/?p=95 Oleh: Sinta Oktaviani (Laboran Lab. Sosiologi FISIP UNS)

Fim-film karya Watchdoc selalu disambut baik oleh pecinta film dokumenter. Para mahasiswa memenuhi acara Diskusi dan Pemutaran Film Asimetris karya terbaru Watchdoc yang baru dirilis Triler movie-nya di Youtube. Acara Diskusi dan Pemutaran film Asismetris ini diselenggarakan oleh Laboratorium Sosiologi FISIP UNS pada tanggal 9 April 2018 lalu. Bertajuk Teras Sosiologi yang ke-5 itu rutin diselenggarakan setiap bulannya, bertempat di teras laboratorium sosiologi, gedung 4 lantai 3 FISIP UNS. Watchdoc sendiri merupakan rumah produksi audio visual yang dirintis sejak 2009 dan telah menghasilkan karya-karya komersial maupun non-komersial untuk berbagai stasiun televisi dan media di dalam dan luar negeri. Asimetris adalah film kesembilan dari hasil perjalanan ekspedisi setelah ‚ÄúSamin vs Semen‚ÄĚ, ‚ÄúKala Benoa‚ÄĚ, The Mahuzes‚ÄĚ dan lima film lainnya yang juga didukung oleh Watchdoc. (Sinopsis Asimetris, 2018).

Selama kurang lebih 68 menit penonton disuguhkan oleh visual serta latar suara khas film documenter Watchdoc. Penonton dibawa terbang mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia, juga turut dimainkan empatinya ketika konflik dimunculkan dalam film yang berjudul Asimetris ini. Film Asimetris menyoroti tentang industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Yang mana saat ini, luasnya hampir sama dengan luas pulau Jawa. Tersebar di Sumatra dan Kalimantan, perkebunan kelapa sawit telah banyak menimbulkan berbagai persoalan. Pada menit pertama film, diceritakan bahwa videografer Dandhy Laksono dan Suparta Arz tiba di Kalimantan, yang sedang berada di puncak tragedi kabut asap. Nampak jelas bahwa jarak pandang mereka hanya beberapa meter saja. Itu merupakan dampak dari kebakaran hutan lahan gambut Kelapa Sawit saat musim kemarau. Infeksi saluran pernafasan menjadi masalah berkelanjutan ribuan orang di Kalimantan. Lalu apa sebenarnya kelapa sawit itu? Mengapa menjadi begitu penting sampai Indonesia memilikinya hingga ribuan hektar?. Disadari atau tidak, hampir semua barang konsumsi yang kita gunakan sehari-hari mengandung Palm Oil atau kelapa sawit.

Bukan hanya minyak goreng yang kita gunakan untuk memasak. Kelapa sawit dapat dibagi menjadi beberapa kelompok produk, yang pertama kelompok makanan. Hampir semua produk makanan olahan yang berjejer di rak swalayan mengandung kelapa sawit. Yang kedua adalah kelompok bio kimia, kita mengenal sabun dan shampoo. Kedua produk yang tidak dapat kita lepaskan dari kehidupan kita juga memiliki kandungan kelapa sawit. Dan yang ketiga adalah kelompok bio solar atau bahan bakar yang berasal dari kelapa sawit. Bio solar mengandung 20% kelapa sawit dan akan bertambah prosentasenya sebanyak 10% pada tahun 2020. Digadang-gadang kelapa sawit juga akan menjadi bahan campuran bahan bakar pesawat sebanyak 2%, kita bisa sebut sebagai biofaktur. Betapa bergantungnya kita kepada kelapa sawit menjadikan perkebunan kelapa sawit selalu bertambah luas setiap tahunnya.
Selain kabut asap yang disebabkan lahan gambut yang mudah terbakar.

Dampak lain yang paling umum dirasakan adalah mata air yang akan mengering saat musim kemarau datang. Tak hanya itu, pada saat musim hujan air pun akan segera meluap menjadi banjir. Hal ini yang menjadikan beberapa wilayah menolak adanya ekspansi lahan Kelapa Sawit di daerahnya. Pabrik-pabrik pengolahan sawit pun tak luput dari kelalaian. Limbah yang dihasikan dibuang ke sungai tanpa pengolahan. Seperti yang terjadi di Kalimantan Selatan, mata air yang tercemar limbah membuat ekosistem di dalamnya mati. Bukan hanya dampak lingkungan yang merugikan, persoalan kelapa sawit juga tidak dapat dipisahkan dengan permasalahan sosial. Kesejahteraan buruh sawit yang diupah minim menjadi sesuatu hal yang jamak terjadi. Persoalan lain yang kerap ditemui adalah persengketaan tanah. Pencaplokan lahan oleh perusahaan sawit menjadikan warga harus memutar otak untuk mempertahankan lahan mereka. Yang menarik adalah agar lahannya tidak diambil perusahaan, warga jutru menanam kelapa sawit. Pada akhirnya hal tersebut merupakan satu-satunya cara dan konsekuensi yang harus diterima warga.

Omong kosong jika mengatakan bahwa petiani sawit hidup sejahtera. Kesejahteraan hanya dirasakan para pemilik modal. Biaya perawatan lahan maupun tanaman yang mahal menjadikan petani sawit sengsara. Harapan presiden yang mengimpikan hasil sawit petani yang semestinya dapat setara dengan pabrik merupakan sesuatu yang utopis. Alat canggih tidak mampu dimiliki petani, pun ketrampilan maupun pengetahuan yang belum banyak dikuasai. Mau bagaimana jika sudah begini?, karena sawit masih jadi primadona bukan hanya di Indonesia tapi juga dunia.

Dra. Trisni Utami, M. Si adalah dosen Sosiologi yang konsetrasi pada lingkungan. Ia berpendapat bahwa ada beberapa poin yang dapat diambil dalam film Asimetris ini. Tidak semua kebakaran hutan diasumsikan sebagai sesuatu hal yang merusak. Seperti pada masyarakat dayak yang membakar hutan untuk kemudian dijadikan sebagai lahan berpindah. Dan terdapat serangkaian ritual yang harus dijalankan. Begitulah masyarakat pedalaman Indonesia hidup dengan alam. Mereka masih sepenuhnya bergantung pada alam dan tahu betul bagaimana mempertahankan kelestariannya. Sedangkan konflik sosial yang disoroti adalah gesekan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini diamini oleh dosen Hubungan Internasional FISIP UNS, Muhnizar Siagian, M. Ipol.

Bahkan ia juga mengatakan bahwa adanya backing-an aparat Negara dalam sengketa lahan sawit ini. Bahkan bukan sesuatu hal yang mustahil, hal-hal semacam ini ditunggangi kepentingan jendral atau aparat yang juga punya lahan sawit. Padangan lain dihadirkan oleh dosen yang juga mengampu mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UNS, Septyanto Galan Prakoso, S.I.P., M. Sc. Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia, namun konsumsi kelapa sawit masih di bawah Negara-negara lainnya. Yang mana Negara-negara tersebut tidak punya lahan kelapa sawit. Jadi kita disadarkan bahwa selama ini kapitalisme bergulir mulus tanpa kita yakini. Ada hal yang kita lupa disamping sekian banyak dampak yang dilahirkan oleh tanaman Kelapa Sawit. Adalah dampak beyond atau dampak akhirnya, kita generasi muda yang lupa akan isu semacam ini. Sudah sangat jarang diskusi tentang lingkungan dan kepentingan diangkat. Tak sadar bahwa dibawah kesenangan kita banyak petani sawit yang hidupnya terlunta. Apa yang bisa dilakukan sebagai manusia yang katanya agen perubahan?, tidak menggunakan produk yang mengandung kelapa sawit? Mengganti kelapa sawit dengan kedelai?

Mustahil. Langkah pertama yang dapat diambil secara pragmatis adalah tidak abai akan isu lingkungan semacam ini. Biasakan telinga kita dengan hal tersebut dan mulailah masuk ke dalamnya. Program KKN Mahasiswa kenapa hanya minat di daerah pantai?, padahal ada banyak hutan. Dengan sesuatu hal yang konkret semacam itu, bukan tidak mungkin kita bisa turut serta dalam proses perbaikan sistem. Dunia sudah banyak menyuguhkan solusi-solusi utopis yang tak realistis. Bahkan media-media luar negeri sudah semakin ngeri propagandanya, dan mungkin tak banyak disadari. Jika tidak dilandasi pengetahuan karena masih asing dengan isunya? Alhasil manut saja.

Di akhir film terdapat kutipan dari salah seorang petani sawit yang ada di Kalimantan, ‚ÄúPerkebunan Sawit yang kata pemerintah dapat menyejahterakan rakyat, masih jauh dari harapan‚ÄĚ.

]]>
https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/04/14/sejahtera-sawitku/feed/ 0
Mengenal Dunia Kampus : Siswa SMA Muhammadiyah PK Surakarta SIT IN di FISIP UNS https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/03/16/pengenalan-dunia-kampus-sma-muhammadiyah-pk-surakarta-sit-in-di-fisip-uns/ https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/03/16/pengenalan-dunia-kampus-sma-muhammadiyah-pk-surakarta-sit-in-di-fisip-uns/#respond Fri, 16 Mar 2018 14:02:54 +0000 http://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/?p=44 Jumat (16/3/18) Sarasehan bersama teman-teman siswa SMA MUHAMMADIYAH PK yang telah SIT IN di FISIP selama 7 hari.
Kegiatan yang dilakukan meliputi kuliah di Program Studi Sosiologi dan Hubungan Internasional, pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa, Laboratorium Sosiologi.
Terimakasih atas kunjungan dan sharing ilmunya selama sepekan ini. Semoga pengenalan melalui pembelajaran di dunia kampus memberikan manfaat untuk teman-teman semua.

]]>
https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/03/16/pengenalan-dunia-kampus-sma-muhammadiyah-pk-surakarta-sit-in-di-fisip-uns/feed/ 0
Launching Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologi dan Pelepasan Purna Karya Dr. Supriyadi, S.N., S.U. https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/03/16/launching-dialektika-masyarakat-jurnal-sosiologi-dan-pelepasan-purna-karya-dr-supriyadi-s-n-s-u/ https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/03/16/launching-dialektika-masyarakat-jurnal-sosiologi-dan-pelepasan-purna-karya-dr-supriyadi-s-n-s-u/#respond Fri, 16 Mar 2018 10:25:38 +0000 http://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/?p=36                     Kamis (15/3/18) Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Marat (UNS) melalui Laboratorium Sosiologi menyelenggarakan Launcing Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologi Vol. 1 No.1 dan Pelepasan Purna Karya Dr. Supriyadi, S.N., S.U. Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologi adalah peer-review jurnal yang diterbitkan secara periodik (Mei dan November) oleh Laboratorium Sosiologi Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret (UNS). Jurnal ini memfokuskan pada hasil penelitian, review teori dan metodologi dan juga review buku dalam perspektif keilmuan sosiologi.
Kebutuhan akan data dan publikasi penelitian yang terus meningkat seiring berkembangnya waktu hak ini mendorong lab sosiologi fisip uns untuk turut menerbitkan jurnal yang diharapkan dapat bergiuna bagi civitas uns khususnya dan masyarakat pada umumnya. Launcing Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologi dan pelepasan purna karya dilaksanakan di ruang seminar dari jam 09.00-12.00 WIB, acara tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FISIP, Kaprodi Sosiologi, dosen sosiologi dan terbuka bagi semua mahasiswa. Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologi  memuat 8 artikel yang umumnya dari kalangan dosen dari berbagai universitas yang ada di dalam dan luar negeri antara lain :

  1. Strategi Kelangsungan Usaha Tani Padi Organik di Dusun Jeglongan, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman
    Rahesli Humsona, Sri Yuliani, Siti Zunariyah
    Universitas Sebelas Maret
  1. Revitalisasi Gotong Royong: Penguat Persaudaraan Masyarakat Muslim di Pedesaan
    Muryanti
    Universitas Islam negeri Sunan Kalijaga
  1. Menjadi Dalang Perempuan Dalam Wayang Kulit Jawa: Inisiatif Pribadi dan Lingkungan Sebagai Tempat Pembelajaran
    Nor Ismah
    Universitas Leiden
  1. Respon Masyarakat Terdampak Terhadap Program Corporate Social Resonbility (CSR) PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok Praya
    Syarifuddin, Oryza Penumatica I, Dwi Setiawan C, Anisa Pusparini, Ika Wijayanti, dan Solikatun
    Universitas  Mataram
  1. Family Care Unit dalam Penanganan Permasalahan Keluarga
    Fatwa Nurul Hakim
    Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Nasional
  1. Menjadi Misionaris: Sosialisasi-Komitmen Agama Elder dan Sister Moromon-Gereja Yesus Kristus
    Harry Bawono, Panggio Restu Wilujeng, Siti Ikramatoun
    Pusat Pengkajian dan pengembangan Sistem Kearsipan Arsip Nasional Republik  Indonesia(ANRI) Sosiologi Universitas Bangka Belitung
  1. Girls Punk: Gerakan Perlawanan Subkultur di Bawah Dominasi Maskulinitas Punk
    Panggio Restu Wilujeng
    Universitas  Bangka Belitung
  1. Strategi dan Program Penanggulangan Kemiskinan Bagi Pemerintah Kabupaten dan Kota
    Sudarsana Universitas  Sebelas Maret

¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† ¬†Pada launcing kali ini dipaparkan hasil penelitian dari perwakilan penulis jurnal dialektika masyarkat, yaitu oleh Bapak Drs. Sudarsana,¬† PGD in Pop&Dev¬† dengan penelitian yang berjudul ‚ÄúStrategi dan Program Penanggulangan Kemiskinan Bagi Pemerintah Kabupaten dan Kota‚ÄĚ dan Fatwa Nurul Hakim, S.Sos dengan penelitian yang berjudul ‚ÄúFamily Care Unit dalam Penanganan Permasalahan Keluarga‚ÄĚ. Laboratorium Sosiologi juga memaparkan rekapitulasi anggaran penerbitan jurnal kepada peserta.
Dialektika Masyarakat : Jurnal Sosiologi juga disebarkan ke 85 institusi akademis baik universitas maupun perpustakaan di seluruh Indonesia seperti UNNES, UNAIR, UGM, ANDALAS, UNHAS, dan masaih banyak lagi. Jurnal ini juga sedang dalam proses pengembangan menjadi versi online.
Setelah serangkaiang acara launcing selesai, dilanjutkan dangan pelepasan purna karya Dr. Supriyaddi S.N, S.U. beliau merupakan dosen sosiologi FISIP UNS yang telah mengabdikan diri menjadi dosen selama 32 tahun. Beliau juga pernah menjadi Dekan FISIP UNS Pada Tahun 2009  . Pak supri (begitu beliau sering dipanggi) adalah salahsatu dosen favorit di kalangan mahasiwa. Tidak heran jika  dalam acara pelepasan kali ini banyak mahasiswa maupun alumni yang menyempatkan hadir di acara pelepasan.

 

]]> https://labsosiologi.fisip.uns.ac.id/2018/03/16/launching-dialektika-masyarakat-jurnal-sosiologi-dan-pelepasan-purna-karya-dr-supriyadi-s-n-s-u/feed/ 0